KKN Unika Soegijapranata

  • Aug 27, 2018
  • kejawan-grobogan
  • BERITA, POTENSI DESA, LINGKUNGAN

Pemanfaatan Kerupuk sebagai Bahan Utama Pembuatan seblak Sasaran                       : Ibu-ibu PKK dan remaja masjid Waktu Pelaksanaan    : Selasa, 7 Agustus 2018 Manfaat                      : Menambah wawasan untuk peningkatan ekonomi warga desa Tujuan                         : Untuk mengajarkan cara lain dari penjualan kerupuk   Seblak merupakan makanan kekinian di kota Semarang. Maka dari itu, kelompok 41 KKN Unika soegijapranata tahun 2017-2018, berinisiatif untuk mengajarkan pembuatan seblak kepada masyarakat di desa Kejawan Bagaimana sebenarnya asal mula seblak? Seblak sendiri dikenal sebagai makanan khas Kota Kembang Bandung. Seblak biasanya terdiri dari kerupuk kenyal yang ditumis bersama dengan bumbu bawang. Dalam perkembangannya, seblak ini disajikan dengan tambahan telur, sosis, bakso, seafood, dan lainnya. Tak cuma itu, seblak juga divariasikan dalam berbagai tingkatan kepedasan. Seblak dibuat dari bumbu bawang merah, bawang putih, garam, kencur, cabe rawit, kunyit, dan penyedap rasa. Setelah ditumis, kerupuk mentah yang sudah direndam air semalaman atau disiram air panas sampai kenyal kemudian ditambahkan ke dalam tumisan bumbu. Tak dimungkiri, kerupuk rebus (kerupuk yang tak digoreng) adalah bahan utama seblak. Sensasi kenyal kerupuk mentah ini menjadi kenikmatan tersendiri saat menyantapnya. Beberapa sumber menyebut bahwa seblak berasal dari Sumpiuh, Banyumas, Jawa Tengah. Di Sumpiuh, seblak sudah ada sejak tahun 1940-an. Hanya saja, seblak bukanlah seblak di Sumpiuh. Seblak Sumpiuh bernama krupuk godog. Karena kerupuk udang yang dipakai tidak digoreng melainkan digodog atau direbus, maka krupuk godog juga punya sensasi kenyal seperti seblak. Selain di Sumpiuh, seblak juga sudah ada di Cianjur sejak zam an sebelum kemerdekaan. Seblak Cianjur kala itu tercipta sebagai makanan alternatif bagi masyarakat dengan ekonomi lemah. [gallery size="large" type="slideshow" ids="119,120,121,122"]   Pemanfaatan Limbah Kulit Jagung Menjadi Kerajinan Tangan Sasaran                       : Ibu-ibu PKK dan remaja masjid Waktu Pelaksanaan    : Selasa, 6 Agustus 2018 Manfaat                      : Menambah wawasan untuk peningkatan ekonomi warga desa Tujuan                         : Memberikan keterampilan pemanfaatan dan pengelolaan limbah kelobot jagung Jagung merupakan salah satu hasil pertanian yang ada di desa Kejawan. Selain menanam padi masyarakat desa juga memanfaatkan lahan sawahnya untuk menanam jagung. Akan tetapi seusai panen, limbah dari tanaman jagung tersebut tidak ada pengolahan lebih lanjut sehingga hanya berakhir dibakar saja. Oleh karena itu mahasiswa KKN Unika kelompok 42 menyusun sebuah program untuk pengolahan libah tersebut terutama dari limbah klobot jagung. Sebenarnya kulit jagung dapat dimanfaatkan menjadi banyak hal salah satunya dimanfaatkan menjadi kerajinan tangan. Pelatihan pembuatan kerajinan kelobot jagung pada ibu-ibu PKK dan remaja masjid bertujuan untuk memberikan keterampilan pemanfaatan dan pengelolaan limbah kelobot jagung. Pelatihan yang diberikan kepada ibu-ibu hanya membuat bunga dari kelobot sedangkan untuk remaja masjid tidak hanya membuat bunga dari kelobot namun juga mengajarkan cara promosi kerajinan tersebut. [gallery size="large" type="slideshow" ids="124,125,128,127,126,130,129"]